Pernikahan sejatinya bukan untuk menemukan pasangan
yang sempurna namun pasangan yang mau menerima kita dengan sempurna.
Ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas
saya memimpikan suami seganteng brad pitt, yang tajir melintir, sholeh. Kala
itu rasanya teman-teman di SMA tidak ada yang seganteng Brad Pitt wkwkwkwk. Naik
tingkat menjadi mahasiswi masing pengin punya suami yang gantengnya kayak alm.
Adji massaid, sholeh, suka travelling, wiraswasta. Naah lhoo ada perbedaan kriteria
kan. Apakah dapat suami seperti mimpi tersebut? Alhamdulillah bahkan lebih dari
itu. Allah mengirimkan lelaki yang saya membutuhkannya dan dia membutuhkan
saya. Kami adalah dua pribadi yang saling melengkapi satu dengan lainnya. Kami
bukan pasangan ideal atau kalau ikut ajang lomba pasangan paling romantis akan
menang. Tapi kami saling mengisi satu sama lain.
Perjalanan pernikahan kami tidak semulus jalan tol. Pernah
hidup saling berjauhan dalam waktu 10 tahun. Kalau istilah kerennya LDR an,
ketemu seminggu sekali. Bahkan pernah sebulan sekali. Ada fase dimana saya
seperti single parents sesaat setelah royyan lahir kemudian suami ada di luar
kota dengan pekerjaannya. Namun hal itu membuat saya tegar dan tidak mudah
menyerah. Dari setiap ujian yang menghampiri Allah selalu menyelipkan banyak
sekali hikmah. Ketika masih LDR an selalu ada harapan bahwa pasti akan indah
pada waktunya. Jangan berputus asa, selalulah berhusnudzon kepada Allah. Hikmah
dibalik LDR an kami makin saling mencintai, menyayangi, memahami dan
menghormati satu sama lain. Iya karena ketika pertemuan hanya seminggu sekali
atau bahkan sebulan sekali kami seperti orang yang baru nikah. Selalu rindu
untuk bertemu hihi. Saling memahami dan menghormati karakter masing-masing.
Kini 11 tahun kami menjalani pernikahan ini.
Dan di
tahun ke-11pernikan kami ini Allah menjawab semua doa-doa kami. Alhamdulillah sekarang kami
berkumpul, tidak lagi LDR an, kami tinggal satu atap. Bisa mendidik putra kami
bersama, bertemu setiap hari, bercerita setiap hal yang dilalui hari itu
rasanya sebuah kenikmatan, kebahagiaan besar. Meskipun dilain pihak saya harus
melepaskan pekerjaan yang saya cintai selama ini. Tak apalah kalau dikatakan sarjana
kok di rumah aja. Yang paling penting berkumpul dengan keluarga tercinta. Suatu
hal yang mungkin bagi sebagian orang dianggap biasa saja, tapi bagi kami yang
sudah lama menjalani hidup terpisah adalah sebuah kenikmatan.
Semoga Allah selalu menjadikan rumah tangga kita
skinah, mawaddah wa rahmah yaa saying
Semoga allah menjadikan kita pasangan yang saling
melengkapi, menerima masing-masing pasangan dengan sempurna baik kelebihan
maupun kekurangannya. aamiinnn

0 komentar :
Posting Komentar